Diposting pada: 07 Oktober 2026 | Administrator
Rabu, 23 September 2026, pukul 08.00–11.00 WIB
Pimpinan: Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan
1. Perkembangan Harga Komoditas
Beberapa komoditas utama mengalami kenaikan harga pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025:
Cabai rawit: kenaikan cukup signifikan dan lebih cepat dibandingkan tahun 2025. Pada September 2026 mencapai sekitar Rp75.000/kg.
Daging sapi: relatif stabil pada 2025, tetapi mengalami kenaikan pada 2026, terutama sejak Agustus. Harga terbaru sekitar Rp140.000/kg.
Daging ayam ras: mengalami kenaikan pada Februari, Maret, Juli, dan Agustus 2026. Harga terbaru sekitar Rp42.000–44.000/kg.
Beras medium: mengalami kenaikan bertahap sejak Maret dan mencapai sekitar Rp13.500/kg pada September 2026.
Minyakita: relatif stabil dan justru lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sekitar Rp15.700/kg.
2. Penyebab Kenaikan Harga Cabai
Kenaikan harga cabai rawit terutama disebabkan oleh:
Penurunan produksi akibat puncak musim kemarau dan suhu tinggi.
Tanaman mengalami penguapan tinggi, pertumbuhan terganggu, serta bunga banyak yang rontok.
Sebagian besar masa panen raya telah berakhir.
Ketidakseimbangan pasokan antardaerah serta meningkatnya biaya distribusi.
Harga diperkirakan masih tinggi apabila kemarau berlanjut hingga November dan pasokan normal baru diperkirakan menjelang akhir tahun.
Data September 2026 menunjukkan luas tanam cabai rawit sekitar 2.069 Ha, sedangkan luas panen sekitar 2.966 Ha, dengan produksi sekitar 52.523 kuintal. Kebutuhan Pamekasan juga dipenuhi dari luar daerah.
3. Penyebab Kenaikan Harga Beras
Kenaikan harga beras dipengaruhi oleh:
Tingginya harga gabah sebagai dampak kebijakan peningkatan harga pembelian untuk melindungi petani.
Tingginya biaya distribusi, termasuk biaya BBM.
Rantai distribusi yang panjang.
Faktor cuaca dan pergeseran musim panen.
Meningkatnya permintaan pada momentum HBKN/Maulid Nabi, sementara produksi lokal belum mencukupi.
Tidak adanya impor beras pada tahun 2026 turut memengaruhi kondisi pasokan.
4. Kondisi Daging Sapi dan Ayam
Pemerintah melakukan pengawasan kesehatan dan lalu lintas ternak untuk menjaga ketersediaan pasokan. Upaya yang dilakukan meliputi:
Pemantauan kesehatan ternak.
Edukasi dan mitigasi penyakit hewan menular.
Pelaporan cepat jika ditemukan penyakit.
Pemantauan lalu lintas ternak.
Vaksinasi dan disinfeksi untuk mencegah PMK, Newcastle Disease (ND), dan Avian Influenza (AI).
Data terkini:
Pemotongan sapi di RPH: sekitar 225 ekor/bulan.
Harga ayam hidup: Rp25.000–26.000/kg.
Harga sapi hidup: Rp65.000–70.000/kg berat hidup.
Harga daging sapi: sekitar Rp140.000/kg.
Harga daging ayam: Rp42.000–44.000/kg.
5. Langkah yang Telah Dilakukan Pemerintah
Dinas Perindustrian dan Perdagangan:
Pemantauan harga di pasar tradisional.
Operasi pasar di beberapa kecamatan.
Pasar murah melalui Warung Pengendali Inflasi.
Perum Bulog:
Memperluas jaringan distribusi beras SPHP melalui RPK dan Warung Pengendali Inflasi.
Pamekasan menjadi salah satu kabupaten dengan distribusi beras SPHP yang tinggi.
Penyaluran bantuan pangan telah terealisasi 100%.
6. Arahan dan Tindak Lanjut Sekretaris Daerah
Rapat menekankan perlunya langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga, khususnya komoditas pangan strategis, yaitu:
Memetakan luas tanam cabai di Kabupaten Pamekasan.
Memetakan kebutuhan dan jalur pemasaran cabai.
Memperkuat koordinasi pemerintah dengan distributor komoditas.
Mengoptimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin pasokan.
Mencanangkan Gerakan Menanam, khususnya komoditas yang berpotensi memicu inflasi.
Melanjutkan pasar murah dan operasi pasar.
Meningkatkan produksi serta mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.
Memperkuat mitigasi risiko gangguan produksi akibat perubahan iklim.
Menyiapkan penyediaan bibit cabai untuk membantu petani dan mengurangi biaya produksi menjelang 2027.
Copyright © echo date("Y");?> Bagian Perekonomian - by masbam