Diposting pada: 07 Oktober 2026 | Administrator
Senin, 07 September 2026 Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Pamekasan diikuti secara virtual di ruang VIP Pendopo Bupati
Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kab. Pamekasan di Minggu 1 September 2026 ialah 3,10% . Dengan komoditas andil perubahan yaitu Daging sapi 1,77%), Cabe rawit (0,78%), dan Beras (0,56%). Sumber data: SP2KP Kementerian perdagangan, Pengolah Data: Badan Pusat Statistik · Aksi Badan Pangan Nasional dalam menjaga stabilisasi harga pagan tahun 2026:
a. Penyaluran bereas SPHP
Target penyaluran Beras SPHP tahun 2026 sebesar 828 ribu ton, per 05
September 2026 realisasi SPHP Beras sebesar 757 ribu ton (91,44%)
b. Batuan pangan beras dan minyakita
Per 04 September, bantuan pangan telah diterima PBP
sebesar 303.482.850 kg (30,43%). Terdapat peningkatan penyaluran PBP pada
Minggu IV Agustus 2026.
c. Gerakan Pangan Murah
Selama periode Jan-Sep
update 06 September, telah dilaksanakan GPM sebanyak 8.206 kali di 38 Provinsi
dan 450 Kab/Kota dengan pelaksana terbanyak di Sulawesi Selatan 1.311 kali
dan paling sedikit di Papua Pegunungan 3 kali. Sementara untuk 10 Kab/kota
terbanyak secara berurut yaitu Kab Deli Serdang 387 kali, Kab Bogor 341
kali, dan Kota Semarang 340 kali
d. Per 06 September 2026, realisasi penyaluran Jagung SPHP sebesar 142,5rb ton atau 59,09% dari total pagu 240 rb ton. Dengan realisasi tertinggi yaitu Provinsi Aceh (100%), Sumsel (100%), Jambi (99,67%) dan terendah yaitu Papua (6,04%), NTT (17,46%), Sumatera Barat (26,07%).
1.
Pencapaian pertumbuhan memerlukan
pengawalan terpadu agar terjadi sinergi kebijakan pusat dan daerah:
b. Intervensi Pemerintah Pusat
Arah kebijakan dan dukungan strategis
·
Kebijakan dan program prioritas nasional
·
Infrastruktur, konektivitas, SDM,
investasi, hilirisasi, dan transformasi ekonomi
·
Belanja Kementerian Lembaga pada sektor
yang memiliki daya ungkit tinggi
·
Regulasi yang memberi kepastian usaha dan
kemudahan investasi
c.
Intervensi Pemerintah Daerah
Eksekusi Sesuai karakteristik dan
kebutuhan wilayah
· Menerjemahkan prioritas nasional sesuai potensi daerah
· Mengembangkan sektor unggulan dan
memperluas basis ekonomi daerah
· Mengoptimalkan APBD untuk belanja
produktif
· Memperkuat ekosistem usaha, UMKM,
investasi, dan konektivitas lokal
2.
Langkah percepatan pertumbuhan ekonomi
daerah
a. Penyerapan APBD/dana Otsus yang cepat dan tepat sasaran
· Tuntaskan
perencanaan, pencairan, dan pelaporan tepat waktu.
· Prioritaskan proyek padat karya dan perbaikan
fasilitas eksisting.
· Pastikan pembayaran tepat waktu kepada pemasok
lokal, kontraktor kecil, dan pegawai.
b.
Bersihkan birokrasi dan jaminan keamanan
· Sederhanakan
izin usaha dan lapak/pasar melalui layanan satu pintu.
· Tindak pungli dan buka kanal aduan publik.
· Perkuat koordinasi keamanan dengan tokoh
adat/masyarakat.
c.
Perbaikan konektivitas dasar
· Tangani titik kritis jalan, jembatan
penghubung, dermaga kecil, dan akses
pasar.
· Koordinasikan rute transportasi dan Tol Laut
untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.
d.
Dukungan likuiditas dan
sektor unggulan
· Sinkronkan
program daerah dan perbankan untuk memperluas akses modal/jaminan bagi UMKM,
nelayan, dan petani.
· Maksimalkan pariwisata, perikanan, dan hasil
tani melalui promosi terpadu serta perbaikan kemasan dan pemasaran.
e.
Pantau harga dan pasar
· Pantau
biaya angkut dan ketersediaan barang pokok; segera atasi kelangkaan dan
lonjakan harga.
· Libatkan masyarakat dalam pemantauan layanan
dan pembangunan.
f.
Evaluasi dan jaga
keberlanjutan
·
Evaluasi realisasi PAD,
penyerapan anggaran, dan kinerja pasar.
·
Susun perbaikan sistem pajak/retribusi yang adil dan
berkelanjutan.
3. Setiap
daerah harus melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mestabilkan harga
beras
4. Untuk
beras SPHP segera didistribusikan ke pasar, untuk penyaluran ke RPK untuk
dipending dulu
5. Daerah
untuk mengecek pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing, jika pertumbuhan
ekonominya kecil cari penyebabnya
6. Investasi yang macet di Tingkat daerah untuk ditindaklanjuti Harga beras jika kita terlambat intervensi maka akan sulit untuk dikendalikan
8. Penambahan
bantuan lahan cabe oleh Kementerian Pertanian diharapkan sebagai solusi untuk
antisipapsi kenaikan harga beras di masa mendatang
Copyright © echo date("Y");?> Bagian Perekonomian - by masbam